JABATAN BARU, Maju atau Jalan di Tempat ?
"Selamat, semoga sukses", demikian ungkap teman, kerabat dan sanak saudara ketika para pejabat esselon II dan III tadi pagi (sekitar jam 09.30 Waktu Papua) selesai di lantik Oleh Bapak Gubernur Provinsi Papua.
Sekitar 154 orang pejabat di provinsi Papua menduduki jabatan baru, setelah mampu melewati ujian kemampuan umum dan lain-lain (fit 'n propert test) beberapa hari lalu.
Banyak pertanyaan yang timbul dari masyarakat akar rumput buat bapak-bapak yang baru Kaka Bas lantik. Pertanyaan itu singkatnya kira-kira begini : nanti ada perubahan ka.... tidak ? Maksud dari kata p-e-r-u-b-a-h-a-n itu adalah menyatakan harapan akan adanya hal-hal yang dapat membuat masyarakat pada kelas paling bawah bisa menjadi senang sedikit. Mungkin proposal yang selama ini (tahun ganti tahun tinggal buat ulang terus) dong kase masuk ke Dinas-dinas terkait proposal, tidak pernah ada jawaban. Proyek-proyek bantuan warga miskin di babat orang mampu, dan lain-lain yang membuat semakin tingginya kecemburuan sosial.
"Kitorang punya rumah ada, dulu bapak kerja jadi pemerintah dong kase, sekarang sudah jadi milik, tapi.... mau bayar PBB saja susah skali sebab tong semua tidak ada yang punya pekerjaan tetap. Coba dong data tong pu latar belakang duluka...." Kalimat tersebut sarat dengan kekecewaan.
Kekecewaan demi kekecewaan selalu dialami masyarakat kelas bawah. Apakah kesejahteraan dan kemakmuran suatu warga negara menjadi tanggungjawab warga negara itu sendiri ?
Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih mau melembutkan hati setiap pejabat daerah ini untuk ikut membantu meringankan penderitaan setiap mereka yang membutuhkan uluran tangan penuh kasih.
Semoga bapak-bapak yang baru di lantik memiliki visi dan misi yang baru untuk ikut menopang masyarakat kelas bawah (akar rumput), supaya kitorang jangan jalan di tempat.
Trim's.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar